Senin, 28 Februari 2011

DASAR STRING

Pengantar String
String sangat memudahkan tugas pemogram. Dengan menggunakan string, pemogram dapat menampilkan pesan kesalahan, menampilkan prompt bagi masukan keyboard ataupun memberikan informasi pada layar dengan mudah. Seperti halnya tipe data yang lain, string dapat berupa konstanta atau variabel. Konstanta string sudah biasa anda sertakan pada program.

Misalnya pada pernyataan :
cout << “C++”<
#include
void main()
{
char teks[13]; //string dengan panjang maksimal 12 karakter
clrscr(); //hapus layar
cout<<”Masukan sebuah kata :”<> teks;
cout<< “Kata yang tercetak :”<<<>Suatu masalah akan timbul kalau cin.get() digunakan 2 kali seperti
>contoh program dibawah ini
>Pada contoh di atas cin.get() pertama digunakan untuk membaca nama
yang kedua untuk membaca alamat. Ternyata program tidak memberikan
>kesempatan untuk mengisi alamat. Hal ini terjadi karena get() yang
>pertama tidak membuang kode newline(\n). Oleh karena get() tidak
>mengabaikan spasi putih( spasi, tab , atau newline) maka get() kedua
#include
#include
void main()
{
char teks[13]; //string dengan panjang maksimal 12 karakter
>clrscr(); //hapus layar
>cout<<”Masukan sebuah kata :”<<;endl; >cin.get(teks, 13);
>cout<< “Kata yang tercetak :”<<;teks; } #include
#include
void main()
{
char nama[25];
char alamat[35];
>clrscr(); //hapus layar
>cout<<”Masukan Nama :”<<;endl; >cin.get(nama, sizeof(nama));
>cout<< “Masukan Alamat :”<<;endl; >cin.get(alamat,sizeof(alamat));
>cout<<”Nama:”<<;nama<<;endl; >cout<<”Alamat:”<<;alamat<<;endl; } >Modul 2 Struktur Data (Arie) - 3
3
>menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Cara untuk
>menyelesaikan masalah di atas dengan menggunakan fungsi getline(),
>karena fungsi ini dapat membuang sisa data yang tidak dibaca, termasuk
newline itu sendiri. Pada contoh berikut, get() diganti dengan getline().
>Tampak bahwa dengan menggunakan getline(), data alamat dapat diisi.
Fungsi strcpyr>Bentuk dari dari strcpy() :r>strcpy(string_target,string_awal)r>Prototipe fungsi di atas ada pada file header string.hr>Contoh program yang menggunakan strcpy():
Fungsi toupper dan tolower
Fungsi toupper() berguna untuk memperoleh huruf kapital dari
suatu huruf kecil. Nilai balik dari fungsi ini akan berupa seperti
argumennya kalau argumen tidak berisi huruf kecil.
Adapun fungsi tolower() adalah kebalikan dari toupper(). Fungsi
ini memberikan nilai balik :
> Berupa huruf kecil kalau argumen berisi huruf kapitalr>�� Berupa nilai seperti argumen kalau argumen tidak berupa huruf
kecil
Kedua fungsi di atas memberikan nilai balik bertipe int dan memiliki
protipe pada file ctype.h
#include
#include
void main()
{
char nama[25];
char alamat[35];
clrscr(); //hapus layar
>cout<<”Masukan Nama :”<;<;endl;r>cin.getline(nama, sizeof(nama));
>cout<< “Masukan Alamat :”<;<;endl;r>cin.getline(alamat,sizeof(alamat));
>cout<<”Nama:”<;<;nama<;<;endl; >cout<<”Alamat:”<;<;<;endl; } #include
#include
#include
void main()
{
char teks[]=”C++ Oke”;
char data [25];
clrscr(); //hapus layar
strcpy(data,teks); // mengcopy isi teks ke data
>cout<<;”Isi data :”<<;<;endl; } Modul 2 Struktur Data (Arie) - 4 4 Contoh program : >Pada contoh di atas,
st[i]= toupper(st[i]);
menyebabkan setiap huruf kecil pada variabel st akan diganti dengan
huruf kapital.
�� Fungsi strlen()
Panjang suatu string dapat diketahui dengan mudah menggunakan
fungsi strlen(). Misalnya saja, didefinisikan :
>char bunga[15]= “mawar”;r>int panjang;r>Maka pernyataan yang menggunakan strlen :
panjang = strlen(bunga);r>akan memberikan panjang string yang tersimpan pada variabel bunga ke
panjang.

Fungsi strlwr() dan strupr
Jika isi semua huruf kapital pada suatu string dinginkan untuk
>diubah menjadi huruf kapital, hal ini dapat dilakukan melalui fungsi
>strlwr(). Misalnya, didefinisikan :
char st[]=”AbCdEfGeHjKl”;
Maka st akan berisi : “abcdefgehjki”;
Sedangkan fungsi strupr() kebalikan dari fungsi strlwr(). Kedua fungsi di
atas sama seperti tolower dan toupper.
>Contoh program untuk memperlihatkan efek strlwr() dan strupr() :
#include
#include<conio.h>
#include<ctype.h>
void main()
{
char st[]=”saya suka C++”;
>clrscr(); //hapus layar
for(int i=0; st[i];i++)
st[i]= toupper(st[i]);
cout<
#include<conio.h>
#include
void main()
{r>char bunga[15]=”mawar”;r>char kosong[23]=””
>clrscr(); //hapus layar
cout<<;strlen(bunga)<<endl; cout<<;strlen(kosong)<<endl;r>}r>Modul 2 Struktur Data (Arie) - 5
5

Konversi String ke Angka dan sebaliknya
Untuk melakukan konversi dari suatu string ke bilangan, dapat
menggunakan sejumlah fungsi bawahan. Fungsi-fungsi yang tersedia
dapat dilihat pada tabel.
Beberapa contoh hasil pengonversian string ke bilangan :r>�� atof(“+2.1E+02”) = 210
atof(“+2.”) = 2
atof(“2abc”) = 2
atof(“ 20.1”) = 20
atoi(“+2.1E+02”) = 2
atoi(“+2.”) = 2r>�� atoi(“2abc”) = 2
atoi(“ 20.1”) = 20
atol(“+2.1E+02”) = 2
atol(“+2.”) = 2
atol(“2abc”) = 2
atol(“ 2000000000”) = 2000000000
>Adapun fungsi yang berguna untuk mengubah suatu nilai bilangan
menjadi suatu string diantaranya ditunjukan pada tabel di bawah
Fungsi Prototipe Keterangan
atoi Stdlib.h Mengkonversi string argumen menjadi nilai
>bertipe int
atof Stdlib.h Mengkonversi string argumen menjadi nilai
bertipe float
atol Stdlib.h Mengkonversi string argumen menjadi nilai
bertipe long int
atold Stdlib.h Mengkonversi string argumen menjadi nilai
>bertipe long doubel
Fungsi Prototipe Keterangan
itoa Stdlib.h Mengkonversi int argumen menjadi nilai bertipe
string
ltoa Stdlib.h Mengkonversi long int argumen menjadi nilair>bertipe string
ultoa Stdlib.h Mengkonversi unsigned long argumen menjadi
nilai bertipe string
#include
#include
#include
void main()
{
char st[]=”AbCdEfGhIjKl”;
clrscr(); //hapus layar
cout<<”Isi St mula-mula:”<<;st<;strlwr(st);
cout<<”Isi setelah dikonversi strlwr: “<<;st<;strupr(st);
cout<<”Isi setelah dikonversi strupr: “<<;endl; } Modul 2 Struktur Data (Arie) - 6r>6
>Ketiga fungsi yang tercantum pada tabel di atas mempunyai tiga buah
argumen.
Argumen pertama berupa nilai yang akan dikonversi ke string
Agumen kedua berupa variabel penerima string hasil konversi
Argumen ketiga berupa basis bilangan yang digunakan. Bisa diisi
>dengan nilai antara 2 sampai dengan 36.
Misalnya, apabila hasil didefinisikan sebagai berikut :
char hasil[24];
int nilai= 2345;
Pernyataan :
itoa(nilai,hasil,10);
membuat hasil berisi “2345”;

ARRAY

Array adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama.
Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan subscript. Sebuah subscript berupa bilangan di dalam kurung siku.

Array dapat dibedakan menjadi :
1. Array berdimensi satu
2. Array berdimensi dua
3. Array berdimensi tiga

Array Berdimensi Satu
Contoh array berdimensi satu, misalnya menginputkan 5 buah data temperatur. Dan kelima data tersebut disimpan pada array bernama suhu.
Contoh 1 :
#include
#include
void main()
{
float suhu[5]; // array dengan 5 elemen bertipe float
// Membaca data dari keyboard dan meletakkan ke array
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl;
for (int i=0; i<5; i++)
{
cout << i + 1 << " : ";
cin >> suhu[i];
}
// Menampilkan isi array ke layar
cout << "Data suhu yang dimasukkan : " << endl;
for (i=0; i<5; i++)
cout << suhu[i] << endl;
}

Mendefinisikan array
Float suhu[5];
float : Tipe elemen array
suhu : Nama array
[5] : Jumlah elemen array
Maka array suhu dapat menyimpan data sebanyak 5 buah.
Subscript dari array selalu dimulai dari nol. Misal, jika jumlah elemen
array [5], maka index dari array tersebut yaitu 0, 1, 2, 3, 4.

Mengakses elemen array
Setelah suatu array didefinisikan, elemen array dapat diakses dengan
bentuk :
suhu[i] menyatakan “elemen suhu dengan subscript sama dengan i”
Nama_array[subscript]

Perintah seperti cin >> suhu[i]; berarti “membaca data dari keyboard dan
meletakkan ke elemen nomor i pada array suhu”.
Perintah seperti cout >> suhu[i]; berarti “menampilkan elemen bernomor
i pada array suhu”.
Contoh 2 :
#include
#include
const int jum_data = 5;
void main()
{
float suhu[jum_data]; // array suhu
float total; // untuk menampung total suhu
// Membaca data dari keyboard dan meletakkan ke array
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl;
for (int i=0; i<5; i++)
{
cout << i + 1 << " : ";
cin >> suhu[i];
}
// Menghitung nilai rata-rata
total = 0; // Mula-mula diisi dengan nol
for(i=0; itotal += suhu[i]; // Tambahkan isi suhu[i] ke total
cout << "Suhu rata-rata= " << total/jum_data << endl;
}

Memberikan nilai awal terhadap array
Seperti halnya variabel biasa, array juga dapat diberi nilai awal
(diinisialisasikan) pada saat didefinisikan. Misalnya:
int jum_hari[12]={ 31, 28, 31, 30, 31, 30, 31, 31, 30, 31, 30, 31};
Catatan:
C++ secara otomatis akan memberikan nilai awal nol terhadap array yang
bersifat global. Jika bersifat lokal, maka harus diatur terlebih dahulu.
Contoh 3 :
#include
#include
#include
void main()
{
// Pendefinisian array jum_hari dan pemberian nilai awal
int jum_hari[12]={ 31, 28, 31, 30, 31, 30, 31, 31, 30, 31, 30, 31 };
// Tampilkan isi jum_hari
cout << "Masukkan 5 buah data suhu" << endl;
for (int i=0; i<12; i++)
{
cout << "jum_hari[" << i << "] ="
<< jum_hari[i] << endl;
}
}

Array Berdimensi Dua
Sebagai gambaran, data kelulusan dari jurusan Teknik Informatika, Manajemen
Informatika, dan Teknik Komputer dari tahun 1992 hingga 1995.
Nama 1992 1993 1994 1995
Teknik Informatika 35 45 80 120
Manajemen Informatika 100 110 70 101
Teknik Komputer 10 15 20 17
Mendefinisikan array berdimensi dua
Bentuk diatas dapat dibentuk dalam array berdimensi dua,
pendefinisiannya :
int nilai[3][4];
Pada pendefinisian di atas :
− 3 menyatakan jumlah baris (mewakili nama)
− 4 menyatakan jumlah kolom (mewakili nilai)
Mengakses array berdimensi dua
Masing-masing elemen di dalam array berdimensi dua dapat diakses
dengan bentuk :
Baris dan kolom dimulai dari 0.
Contoh pengaksesan elemen array berdimensi dua :
1. data_lulus[1][2] = 5;
Merupakan instruksi untuk memberikan nilai 5 ke baris 1 kolom 2.
2. cout << data_lulus[1][2];
Merupakan perintah untuk menampilkan elemen data_lulus dengan
subscript pertama (baris) berupa 1 dan subscript kedua (kolom)
bernilai 2.
Contoh 4 :
#include
#include
void main()
{
int data_lulus[3][4]; // Array berdimensi dua
int tahun, jurusan;
// Memberikan data ke elemen array data_lulus
data_lulus[0][0] = 35; // TI - 1992
data_lulus[0][1] = 45; // TI - 1993
data_lulus[0][2] = 90; // TI - 1994
data_lulus[0][3] = 120; // TI - 1995
data_lulus[1][0] = 100; // MI - 1992
data_lulus[1][1] = 110; // MI - 1993
data_lulus[1][2] = 70; // MI - 1994
data_lulus[1][3] = 101; // MI - 1995
data_lulus[2][0] = 10; // TK - 1992
data_lulus[2][1] = 15; // TK - 1993
data_lulus[2][2] = 20; // TK - 1994
data_lulus[2][3] = 17; // TK - 1995
// Proses untuk memperoleh informasi kelulusan
while(1)
nama_array[subscript_baris, subscript_kolom]
Modul 1 Struktur Data (Arie) - 4
{
cout << "Jurusan (0 = TI, 1 = MI, 2 = TK): ";
cin >> jurusan;
if ((jurusan==0) || (jurusan==1) || (jurusan==2))
break; // keluar dari while
}
while(1)
{
cout << "Tahun (1992 - 1995): ";
cin >> tahun;
if ((tahun >= 1992) && (tahun <= 1995))
{
tahun -= 1992; // konversi ke 0, 1, 2 atau 3
break; // keluar dari while
}
}
cout << "Jumlah yang lulus = "
<< data_lulus[jurusan][tahun] << endl;
}

Melewatkan Array Sebagai Argumen Fungsi

Array juga dapat berkedudukan sebagai parameter di dalam fungsi.
Misalnya :
const int MAKS = 5
int data[MAKS];
Dari data di atas, fungsi yang menerima array di atas dapat dibuat
prototipe-nya sebagai berikut :
void inisialisasi_data(data[MAKS]);
Dan deklarasi fungsi sebagai berikut :
void inisialisasi_data(data[], int & jumlah);
Pada contoh kedua, tanda di dalam tanda [ ] tidak terdapat apa-apa dan
parameter kedua digunakan untuk menyatakan jumlah elemen array serta
berkedudukan sebagai referensi (bisa diubah dari dalam fungsi
inisialisasi_data()).
Contoh 5 :
#include
#include
#include
#include
const int MAKS = 100;
void inisialisasi_data(int data[], int &jumlah);
void main()
{
int data_acak[MAKS]; // array berdimensi satu
int jumlah;
inisialisasi_data(data_acak, jumlah);
// Tampilkan elemen-elemen array
cout << "Isi array : " << endl;
for(int i=0; icout << data_acak[i] << endl;
}


// Definisi fungsi
void inisialisasi_data(int data[], int &jumlah)
{
while(1)
{
cout << "Berapa jumlah data yang ingin" << endl;
cout << "dibangkitkan secara acak (5 - 100) ? ";
cin >> jumlah;
if ((jumlah >= 5) && (jumlah<=100))
break;
}
randomize(); // Menyetel pembangkit bilangan acak
for(int i=0; idata[i] = random(100);
}

Apabila array berdimensi dua hendak dilewatkan sebagai argumen fungsi,
pendeklarasiannya dapat berupa semacam beriku t:
void isi_matriks(float mat[BARIS][KOLOM], int &brs, int &kol);
Atau cukup mengisikan pada bagian kolom saja, seperti contoh dibawah
ini :
void isi_matriks(float mat[][KOLOM], int &brs, int &kol);
Contoh 6 :
#include
#include
#include
const int BARIS = 5;
const int KOLOM = 5;
void isi_matriks(float mat[][KOLOM], int &brs, int &kol);
void main()
{
float matriks[BARIS][KOLOM];
int jum_baris, jum_kolom;
int i,j;
isi_matriks(matriks, jum_baris, jum_kolom);
cout << "\nMatriks yang terbentuk: " << endl;
cout << setiosflags(ios::fixed);
// ios::fixed --> mengatur angka yg dimasukkan dalam bentuk angka biasa
// bukan dalam bentuk eksponen
for (i=0; i{
for (j=0; jcout << setw(12) << setprecision(5) << matriks[i][j];
// setprecision(5) --> mengatur banyak angka dibelakang koma
cout << endl;
}
}
// Definisi Fungsi
void isi_matriks(float mat[][KOLOM], int &brs, int &kol)
{
Modul 1 Struktur Data (Arie) - 6
int i,j;
cout << "Pastikan jumlah baris dan kolom" << endl;
cout << "tidak melebihi 5" << endl;
cout << "Jumlah baris = ";
cin >> brs;
cout << "Jumlah kolom = ";
cin >> kol;
for (i=0; i< brs; i++)
for (j=0; j{
cout << "Elemen " << i << ", " << j << " = ";
cin >> mat[i][j];
}
}

Mengurutkan Data
Salah satu mengurutkan data adalah dengan menggunakan bubble sort.
Pengurutan dilakukan dengan membandingkan setiap elemen dengan
seluruh elemen yang terletak sesudah posisinya.
Contoh 7 :
#include
#include
#include
void main()
{
int i, j, tmp, jumdata;
int data[] = {5, 100, 20, 31, 77, 88, 99, 20, 55, 1};
jumdata = sizeof(data)/sizeof(int);
// Menampilkan data
cout << "Data semula: " << endl;
for(i=0; icout << setw(4) << data[i];
cout << endl; // Pindah baris
// Mengurutkan data
for(i=0; ifor(j=i+1; jif (data[i] > data[j])
{
tmp = data[i];
data[i] = data[j];
data[j] = tmp;
}
// Menampilkan data
cout << "Data setelah diurutkan: " << endl;
for (i=0; icout << setw(4) << data[i];
cout << endl; // Pindah baris
}